Tag Archives: Jalan-jalan

Sekotak Ide Sejuta Harapan

28 Jun

Hai people !!!

Have you tried this idea? give street children u’ve meet a box of milk? mungkin sebagian dari kalian sudah mencoba ide ini, lalu bagaimana reaksi mereka? apa yg kamu rasakan? apakah anak-anak jalanan tadi membalasmu dengan sebuah senyum termanis yang pernah kalina lihat 🙂

hhmmm…jika kalian belum pernah mencobanya, tak ada salah nya untuk memberi seorang anak jalanan yang kalian temui di perempatan-perempatan jalan di bawah terik matahari dengan sekotak susu…..atau mungkin kalian punya ide lain ? memberi sebatang coklat ? sebungkus permen ? sebuah kue ? sebuah jeruk atau buah segar ?

Apalagi sih hal lain yang bisa kita beri buat mereka? gak cuma uang lhoo…

ternyata ada banyak cara untuk berbagi dengan mereaka (anak-anak jalanan). Nih, coba deh kalian ingat-ingat…..selama belajar di sekolah, pasti pernah dong mendapat pelajaran keterampilan? menggambar? dan seni musik?

yup !!!!!

Ada cara lain yang gak kalah mengasyikannya untuk berbagi dengan anak jalanan. Cara nya mudah dan menyenangkan banget lho…..kalian cuma butuh kreatifitas dan luangkan waktu . Pasti banyak bgt ilmu-ilmu kreatif yang pernah kalian dapatkan, seperti ketrampilan membuat kalung dari gulungan kertas kalender yang digunting kecil-kecil, meronce bunga, membuat gelang dari kancing baju, membuat bros lucu dari kain flanel atau kain perca, membuat mozaik dari bahan daur ulang, membuat pembatas buku dari daun-daun yang dikeringkan, bermain musik dengan menggunakna botol-botol bekas ? dan pastinya masih banyak lagi ilmu kreatif praktis yang pernah kalian tahu atau lihat dari sekolah, keluarga, teman, majalah atau televisi. Kalau teman-teman perhatikan, hal-hal sepele tadi bisa menghasilkan uang, jika dikerjakan secara serius. Nah…ga ada salah nya khan kita berbagi ilmu kreatif tadi dengan anak-anak jalanan ? ?

gantungan kunci dari kain flanel

gantungan kunci dari kain flanel

Yup, kalian cukup luangkan waktu bersama anak-anak jalanan di bawah jembatan atau di pinggir-pinggir jalan, dikala mereka (anak-anak jalanan.red) sedang tidak ‘bertugas’ mengamen atau meminta-minta dari satu mobil ke mobil lain ketika lampu merah, itulah saat nya buat teman-teman bercengkrama dengan mereka, bermain dan mengajarkan ilmu kreatif praktis tadi.

Misalnya, teman-teman mengajarkan membuat gelang dari barang bekas,ketika kalian sudah selesai mengajarkannya dan mereka berhasil membuat sebuah gelang mungil yang cantik, selanjutnya ajarkan mereka untuk menjualnya kepada para pengendara kendaraan yg sdg berhenti di perempatan jalan. jadi, secara gak langsung teman-teman mengalihkan fokus mereka (anak-anak jalanan) yang tadinya meminta-minta menjadi menjual hasil karya mereka 🙂

aneka gelang menarik dari manik-maink

aneka gelang menarik dari manik-maink

Hmmmm…secara tidak langsung teman-teman telah mengajarkan keterampilan dan jiwa wirausaha pada anak-anak jalanan tadi, juga pada diri teman-teman, sapatau jadi punya ide buat membuka bisnis kerajinan tangan dan mempekerjakan anak-anak jalanan.hehe..

Jangan dikira anak-anak jalanan itu tidak kreatif. Mereka kreatif banget lhooo…coba aja perhatikan : mereka bisa menghibur para penumpang angkot dengan suaranya (yanga kadang merdu kadng jg tidak..hehehe 😛 ) dengan menggunakan alat musik yang sangat amat sederhana..Tepuk tangan !!!!! see ?! hehehehehe :p

so, why we do not help optimalized their talents ?

Kegiatan simple ini bisa dilakukan pada anak-anak jalanan yang ada disekitar lingkungan teman-teman. Coba lah ajak beberapa teman untuk sesekali menghabiskan waktu bersama anak jalanan dan mengajarkan ketrampilan praktis untuk anak-anak jalanan. kegiatan ini bisa jadi alternatif mengisi liburan teman-teman lhoo…atau keluar dari rutinitas sehari-hari yang mebosankan 🙂

Selamat mencoba ya…^^

Percaya deh, sekecil apapun kontribusi yang kita berikan, jika dilakukan bersama-sama bisa menjadi sebuah solusi yang baik 🙂

Everything starts from small action and single step

*Hugs from us~

Teman Baru kita: Food Not Bombs

12 Jun

Suatu minggu sore yang cerah di taman kota di bawah Flyover Dago aku duduk di pinggir taman kota tersebut melihat dan mengobservasi sekeliling gw sambil menikmati dan menghirup udara sore. Ternyata banyak sekali aktivitas disitu diantaranya ada beberapa pemuda pemudi sedang latihan skateboard, ada pula sibuk dengan aksi sepeda mininya, para penjual sibuk dengan gerobak dorongannya, beberapa sibuk dengan club Capoeiranya yang sedang bersiap-siap memulai aksinya, serta beberapa ibu peminta-minta lengkap dengan anak-anaknya. Klo tau bayak anak jalanan di sini gw bawa beberapa buah kotak susu deh..hehe..

Tiba-tiba ada beberapa pemuda menaruh sebuah meja ditengah taman tersebut, disusul dengan sebuah panci besar, beberapa piring dan gelas plastic, galon, termos nasi.. Waduh apa-apain ini? Para pemuda itu mau jualan? Tidak lama kemudian para anak jalanan pada menyerbu ke meja tersebut, disusul para ibu-ibu peminta, para penjual yang berjualan di situ juga ikut menyerbu. Dengan sigap para pemuda itu segera memulai aksinya membagi-bagikan beberapa takar nasi ke piring-piring plastik dan selanjutnya disirami dengan sayur sop. Setelah semua para ‘penghuni taman’ tersebut kebagian seluruhnya, selanjutnya para pemuda itu sendiri juga ikut makan makanan yang mereka bawa.

Mau ngapain yah mereka?

Mau ngapain yah mereka?

Terlihat bahwa ada spanduk hitam bertulis FOOD NOT BOMBS, semakin heranlah gw. Akhirnya saya sedikit bertanya pada anak-anak jalanan yang sibuk makan nasi pemberian para pemuda tersebut, ternyata mereka setiap minggu sore rutin mendapatkan makanan tersebut. Setelah puas mengambil foto-foto mereka sekaligus menunggu mereka selesai makan, akhirnya gw memberanikan diri untuk bertanya kepada sekelompok pemuda tersebut.

Gw berkenalan dengan Sarah (salah satu dari mereka). Adalah komunitas FOOD NOT BOMBS yang memang rutin melakukan aksinya di setiap hari Minggu sore di taman di bawah jembatan flyover dan di perempatan Dago (arah ke BIP). Misi mereka adalah berbagi dengan orang-orang jalanan dengan membuatkan makanan untuk para orang jalanan. Caranya dengan memasakkan beras dan sayur ‘second’ (tentunya yang masih layak dimakan) yang mereka dapatkan dari donatur (misal perusahaan pemasok sayuran untuk supermarket) kemudian membagi-bagikan kepada orang jalanan. Sarah mengatakan bahwa mereka mengadopsi kegiatan ini dari sebuah komunitas di luar negri yang melakukan hal yang sama. Pada intinya mereka hanya ingin menggunakan sayur-sayur ‘second’ yang sebenarnya sayang untuk dibuang sehingga mereka mencoba mengolahnya agar bisa tetap dimanfaatkan yaitu dengan memasaknya. Terbukti bahwa sayur tersebut menjadi enak dan siap disantap dan dibagi-bagikan ke orang jalanan dan orang-orang yang berada di sekitar tempat mereka melakukan aksi.

Food Not Bombs

Food Not Bombs

Gw coba googling tentang FOOD NOT BOMBS ternyata memang aksi seperti ini sudah mendunia (gw aja kali yah yang gak gaul..hehe..). Berlambangkan sebuah wortel yang sedang digenggam, gerakan ini ternyata mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan serta bertujuan membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan.

Untuk komunitas FOOD NOT BOMBS di bandung meraka melaporkan setiap hasil aksi mereka di sini. Sedangkan untuk melihat sejarah berdirinya komunitas FOOD NOT BOMBS bisa di lihat di wiki. Dan ini website resmi gerakan FOOD NOT BOMBS.

Gw pikir boleh juga nih klo Sekotak Susu Anak Jalanan bekerja sama dengan mereka. Jadi mereka meyediakan makanannya, gw dan teman-teman gw menyediakan susu segar sebagai minumannya.. Hmm.. Cukup menyehatkan bukan?

Lagi pada makan nih..Cheese..

Lagi pada makan nih..Cheese..

Ternyata begitu banyak cara untuk berbagi kepada sesama… Viva Volunteer!!

–Hug from us (“,)–