Tag Archives: Food Not Bombs

Berbagi ala Sekotak Susu & FNB

28 Jun

Sore itu Minggu, 14 Juni 2009 seperti biasa FNB Bandung melakukan aksinya di lampu merah perempatan Dago (simpang BIP) dan di bawah jembatan pasupati (flyover) (seperti cerita posting sebelumnya). Kali ini Sekotak Susu ikut dalam aksi mereka dengan ikut berbagi dengan memberikan beberapa liter susu murni. Jadi para anak jalanan tersebut akan mendapatkan makanan yang telah dimasakkan oleh tim FNB ditambah dengan segelas susu murni dingin..(cukupkan untuk 4 sehat 5 sempurna)

Yang menjadi target kegiatan ini adalah anak-anak jalanan, ibu-ibu peminta-minta, para pedagang asongan yang sedang berjualan di taman bawah pasupati, serta beberapa pemulung yang sedang berada disekitar tempat itu. Bentuk bantuan yang kami berikan adalah 10 liter susu murni (dengan 5 rasa yang berbeda susu putih, coklat, mocca, strawberry, anggur) yang kami beli dari uang para donatur Sekotak Susu.

tawa anak jalanan..

tawa anak jalanan..

Pada kegiatan ini kami ditemani oleh 2 orang volunteer yaitu Nena dan Mba’ Dewi. Nena sendiri juga membawa seplastik biscuit yang nantinya juga dibagikan kepada anak-anak jalanan. Dari tim FNB sendiri terdiri dari 2 tim yaitu untuk penyedia makanan di perempatan Dago datang dari daerah Antapani dan tim penyedia makanan di taman bawah pasupati datang dari daerah Suci (tempat masaknya di jalan Gagak katanya). Sayangnya Sekotak Susu gak bisa ikutan membantu masak-masak tim FNB, jadi kita janjian untuk ketemu di TKP langsung.

Kegiatan ini dimulai jam 5 sore, tim FNB pun segera membagi-bagikan nasi dan sayur ke dalam piring-piring.. dan kami pun memasukkan susu-susu murni itu ke dalam gelas-gelas plastik. Anak-anak jalanan dan para pedagang asongan begitu antusias mengambil makanan dan minuman mereka.

Ayo antri yah!

Ayo antri yah!

Sambil mereka makan, kami pun mewawancarai para anak-anak jalanan tersebut.Ternyata alhamdulillah kebanyakan dari mereka tetap bersekolah, dan mereka ngamen setelah pulang dari sekolah dari jam 2- sampe jam 9 malam. Tempat tinggal mereka pun beragam, ada yang di Sukajadi, Antapani dan berbagai tempat yang menurut kami lumayan jauh dari tempat mangkal mereka. Mereka melakukan itu atas dasar sukarela karena ingin membantu orang tua mereka dalam biaya sekolah. Setiap harinya mereka mendapatkan sekitar 10-30 ribu.

Kami bertanya tentang makanan dan susu yang kami berikan, alhamdulillah mereka menyukai makanan dan susu yang kami berikan, dan mereka juga mengatakan bahwa susu kan bagus untuk kesehatan dan bikin pintar. Setelah menghabiskan makanannya mereka pun kembali bermain bersama-sama, tetapi tidak lama kemudian ada seorang anak yang tiba-tiba memisahkan diri, nunduk, dan tiba-tiba muntah. Kami kira anak tersebut adalah pengidap lactose intelorance, ternyata dia muntah gara-gara habis makan dan minum susu langsung loncat dan guling-guling keasyikan main. Alhamdulillah..

Anak-anak jalanan lagimain nih..

Anak-anak jalanan lagi main nih..

Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat memberikan sedikit kebahagian pada mereka, sehingga kami tetap selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Dan ini ada beberapa foto kami bersama tim FNB dan anak-anak jalanan.

Minumnya pelan-pelan ya dek..

Minumnya pelan-pelan ya dek..

Tim FNB, Sekotak Susu, dan anak-anak jalanan..

Tim FNB, Sekotak Susu, dan anak-anak jalanan..

*Happy sharing…(“,)

Teman Baru kita: Food Not Bombs

12 Jun

Suatu minggu sore yang cerah di taman kota di bawah Flyover Dago aku duduk di pinggir taman kota tersebut melihat dan mengobservasi sekeliling gw sambil menikmati dan menghirup udara sore. Ternyata banyak sekali aktivitas disitu diantaranya ada beberapa pemuda pemudi sedang latihan skateboard, ada pula sibuk dengan aksi sepeda mininya, para penjual sibuk dengan gerobak dorongannya, beberapa sibuk dengan club Capoeiranya yang sedang bersiap-siap memulai aksinya, serta beberapa ibu peminta-minta lengkap dengan anak-anaknya. Klo tau bayak anak jalanan di sini gw bawa beberapa buah kotak susu deh..hehe..

Tiba-tiba ada beberapa pemuda menaruh sebuah meja ditengah taman tersebut, disusul dengan sebuah panci besar, beberapa piring dan gelas plastic, galon, termos nasi.. Waduh apa-apain ini? Para pemuda itu mau jualan? Tidak lama kemudian para anak jalanan pada menyerbu ke meja tersebut, disusul para ibu-ibu peminta, para penjual yang berjualan di situ juga ikut menyerbu. Dengan sigap para pemuda itu segera memulai aksinya membagi-bagikan beberapa takar nasi ke piring-piring plastik dan selanjutnya disirami dengan sayur sop. Setelah semua para ‘penghuni taman’ tersebut kebagian seluruhnya, selanjutnya para pemuda itu sendiri juga ikut makan makanan yang mereka bawa.

Mau ngapain yah mereka?

Mau ngapain yah mereka?

Terlihat bahwa ada spanduk hitam bertulis FOOD NOT BOMBS, semakin heranlah gw. Akhirnya saya sedikit bertanya pada anak-anak jalanan yang sibuk makan nasi pemberian para pemuda tersebut, ternyata mereka setiap minggu sore rutin mendapatkan makanan tersebut. Setelah puas mengambil foto-foto mereka sekaligus menunggu mereka selesai makan, akhirnya gw memberanikan diri untuk bertanya kepada sekelompok pemuda tersebut.

Gw berkenalan dengan Sarah (salah satu dari mereka). Adalah komunitas FOOD NOT BOMBS yang memang rutin melakukan aksinya di setiap hari Minggu sore di taman di bawah jembatan flyover dan di perempatan Dago (arah ke BIP). Misi mereka adalah berbagi dengan orang-orang jalanan dengan membuatkan makanan untuk para orang jalanan. Caranya dengan memasakkan beras dan sayur ‘second’ (tentunya yang masih layak dimakan) yang mereka dapatkan dari donatur (misal perusahaan pemasok sayuran untuk supermarket) kemudian membagi-bagikan kepada orang jalanan. Sarah mengatakan bahwa mereka mengadopsi kegiatan ini dari sebuah komunitas di luar negri yang melakukan hal yang sama. Pada intinya mereka hanya ingin menggunakan sayur-sayur ‘second’ yang sebenarnya sayang untuk dibuang sehingga mereka mencoba mengolahnya agar bisa tetap dimanfaatkan yaitu dengan memasaknya. Terbukti bahwa sayur tersebut menjadi enak dan siap disantap dan dibagi-bagikan ke orang jalanan dan orang-orang yang berada di sekitar tempat mereka melakukan aksi.

Food Not Bombs

Food Not Bombs

Gw coba googling tentang FOOD NOT BOMBS ternyata memang aksi seperti ini sudah mendunia (gw aja kali yah yang gak gaul..hehe..). Berlambangkan sebuah wortel yang sedang digenggam, gerakan ini ternyata mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan serta bertujuan membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan.

Untuk komunitas FOOD NOT BOMBS di bandung meraka melaporkan setiap hasil aksi mereka di sini. Sedangkan untuk melihat sejarah berdirinya komunitas FOOD NOT BOMBS bisa di lihat di wiki. Dan ini website resmi gerakan FOOD NOT BOMBS.

Gw pikir boleh juga nih klo Sekotak Susu Anak Jalanan bekerja sama dengan mereka. Jadi mereka meyediakan makanannya, gw dan teman-teman gw menyediakan susu segar sebagai minumannya.. Hmm.. Cukup menyehatkan bukan?

Lagi pada makan nih..Cheese..

Lagi pada makan nih..Cheese..

Ternyata begitu banyak cara untuk berbagi kepada sesama… Viva Volunteer!!

–Hug from us (“,)–