Tag Archives: FAQ

Those Questions, Those Answers

10 Aug
It’s Q&A time!!

Posting kali ini akan membahas semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah memenuhi wall group kami di Facebook. Sebenarnya kami sampai sekarang masih percaya-ga-percaya, tentang kenyataan group member kami sudah mencapai angka 4800an lebih. Whaddup!! Ini benar-benar menunjukkan bahwa, it is totally true, that all of you guys out there really do want to help to solve these street children thingy. Tapi masalah yang ada sekarang, yang masih menjadi pertanyaan kami adalah, kenapa masih saja ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul? Pertanyaan tentang bagaimana caranya bergabung, tentang bagaimana melakukannya, kapan ada lagi, kapan diadain di kota ini, kapan diadain di kota itu, kalau saya ga di bandung bisa ngelakuin juga ga? See people, this isn’t an organization. We’re not a soap opera artist that will have a road tour to your place and give those milks away by rounding your city in a bus. We’re not a community. This is a movement. Kami tidak memiliki nama gerakan yang keren, karena memang bukan itu niat awal kami, membentuk suatu gerakan yang keren. Pelaku gerakan kami tidak memiliki nama (ya sempat terbesit niat untuk memberi nama sih, kaya “Sobat Padi” untuk fansnya Padi, “Slankers” untuk penggemar Slank, atau “Coiners” untuk member CaC. Tapi nama-nama yang muncul sungguh sangat cheesy and uncool, sampai kami pun tidak tega untuk mempublikasikannya disini T.T oke salah satunya adalah “Milkers”. See, cheesy isn’t it?).

Sama halnya kaya motto, “Buanglah sampah pada tempatnya”. Kalian ga perlu menunggu adanya suatu event “Buang Sampah Bersama Besar-besaran” untuk memulai membuang sampah pada tempatnya kan? Dan bagaimana pelaku pembuang sampah pada tempatnya, ada namanya ga? Engga kan? Begitu juga dengan gerakan kami. Oke, mungkin mulai sekarang subyeknya harus diganti. Ini bukan gerakan kami. Tapi gerakan kita. Ini juga milik kalian, kawan. Bukan hanya kami. Bukan hanya kami yang bisa melakukan kegiatan ini. Bukan juga hanya teman-teman kami. Kalian semua bisa ko. Kalian yang mempunyai hati nurani dan niat tulus untuk membantu mereka, bisa melakukannya. Oke, buat kalian yang masih aja tetep bingung bagaimana memulainya, here’s the help:

Yang pertama yang harus kalian lakukan adalah, tanya pada diri kalian sendiri. Apa yang salah ketika melihat mereka di jalan. Kalau kalian gada ide buat jawabannya, baca posting pertama kami. Setelah kalian merasa kalau kalian setuju dengan ide kami, lanjutkan dengan langkah berikut: Be them. Tingkatkan rasa empati kalian dengan mulai menekan tombol flashback di otak kalian. Pikirkan apa yang kalian lakukan saat kalian seusia mereka. Pikirkan hal-hal yang membuat kalian senang pada saat itu. Setelah dapat, kreasikan pikiran kalian dengan mulai membagikannya dengan mereka. See, pretty easy, isn’t it? Sekali lagi kami tekankan, bukan hanya susu! If a box of milk sounds too much for you, you could replace it with everything you can afford. Kami tahu, susu itu lumayan mahal, apalagi untuk kalangan pelajar. Uang saku aja udah pas-pasan, gimana mau bantu, iya ga? Tapi sebenarnya itu juga bukan masalah. Kami memulai gerakan kami ini pun pada saat kami masih kuliah, kami beli dengan uang saku kami sendiri, dan ya, kami juga bukan golongan kaum tajir yang kebanyakan duit. We’re just some ordinary college girl at that time. Kami hanya punya rasa empati berlebih, rasa solidaritas yang cukup tinggi, dan kepedulian yang sangat memuncah. Mulai dengan selalu memberi space di tas kalian untuk sekotak susu atau makanan kecil. Kalau kalian cuma bawa satu terus anak yang kalian temui lebih dari satu gimana? Ya jawab aja sejujurnya kalau kalian cuma bawa satu. Atau ajari mereka untuk berbagi dengan temannya. Kalau mereka tetap bilang kalau mereka lebih mau uang daripada susu, bilang aja ke mereka kalau kalian cuma punya susu atau makanan ini, take it or leave it. Dan satu lagi, dua orang dari kami sekarang berdomisili di Jakarta, jadi, BUKAN, gerakan ini BUKAN hanya ada di Bandung.

Intinya adalah, don’t make it as an excuse. Don’t wait. Jangan menunggu sampai kalian bisa membeli susu yang banyak baru bisa memulai gerakan ini. Jangan menunggu sampai kami membuat acara besar-besaran baru kalian mulai berbagi. Karena mereka tidak bisa terus menunggu kita. Karena mereka akan terus hidup di jalan jika kita terus saling menunggu. Just don’t wait.

Ya, kami memang akan membuat gerakan Big Give lainnya. Tentu, itu sangat pasti. Hanya saja kalian tidak bisa menunggu kami. Kami juga akan merger dengan gerakan sosial lainnya yang sudah muncul lebih awal dari kami, seperti Foods not Bomb, Coin a chance, rumah-rumah singgah, rumah pengungsian, kawasan pemulung, dll dll dll. Banyak banget ide dan rencana di kepala kami, tapi sekali lagi, kalian tidak bisa menunggu kami. Kami yakin, bahwa kalian cukup kreatif untuk mengembangkan ide kami ini dengan seluas-luasnya. Kami tidak akan menutup dan meng-arogansi-kan gerakan kami dengan men-declare bahwa ini punya kami. Tidak. Kalian bisa mengadaptasikannya di tempat kalian dimanapun kalian berada. Kalau nanti suatu saat ada yang mengaku sebagai founder atau pencetus awal, silahkan, sok mangga. Karena bagi kami yang terpenting adalah, menemukan cara bagaimana mengeluarkan mereka dari jalan, mengembalikan mereka ke sekolah, menghilangkan mental pengemis mereka, dan menghilangkan rasa nyaman yang telah mereka dapatkan di jalan. Masih ada pertanyaan lagi? Sok mangga ditulis aja di komen bawah atau kirim email ke sekotak.susu@gmail .com

Happy sharing, guys!

Hugs from us,

😉

Advertisements