Archive | Teman-Teman RSS feed for this section

Berbagi Kegembiraan di Jambore Sahabat Anak

8 Jul
 
Tanggal 2-3 Juli 2011 menjadi salah satu hari yang menggembirakan bagi adik-adik dan teman-teman yang mengikuti Jambore Sahabat Anak XV.  Acara Jambore Sahabat Anak (JSA) ini merupakan acara tahunan yang diselengarakan yayasan Sahabat Anak. Kali ini Sekotak susu untuk Anak Jalanan bekerjasama dengan Ultra Jaya ikut berpartisipasi sebagai Sahabat Pendukung.

Publikasi Jambore Sahabat Anak di website Yayasan Sahabat Anak

Anak-anak marjinal yang menjadi binaan yayasan Sahabat Anak bergermbira bersama selama 2 hari di JSA ini, tahun ini bertempat di bumi Perkemahan Ragunan, tema JSA adalah “Bermainlah Sahabatku”

Bermain adalah hak anak, Bermainlah Sahabatku

Hari pertama adik-adik beserta kakak-kakak pendamping dan keluarga sahabat bermain “Amazing Race” di Ragunan, seru sekali..semuanya sangat antusias dan bersemangat mendatangi berbagai pos permainan sambil belajar mengenal binatang 🙂 

 Dihari kedua, seluruh kegiatan yang diikitu 1.100 anak marjinal ini bertempat di Bumi Perkemahan Ragunan. Acara hari ini pun tak kalah menariknya, yaitu berbagai fun games yang terbagi dalam 8 pos permainan yang melatih kekompakan, motorik dan ketangkasan mereka.
 
 
Bernyanyi dan menari bersama

bernyanyi dan menari bersama

Balap Karung

Lomba makan kerupuk raksasa ^^

Ada lomba menghias tenda juga

Masing-masing tenda tim diberi nama permainan, yang ini tim "ular anga"

Ini tenda tim "Tak Jongkok"..hayooo..siapa yang tahu permainan ini ?

Di tengah acara permaianan, adik-adik mendapatkan bingkisan snack aneka biskuit dan sekotak susu agar mereka bisa terus aktif dan sehat hingga akhir acara, dan tentu saja untuk mengisi tenaga untuk siap bermain lagi 🙂

semua gembira 😀

Istirahat sambil minum susu untuk mengisi tenaga lagi 🙂

"isi bensin" dulu...hehehe

Setelah break,  permainan pun berlanjut..dan masih banyak pos-pos permainan yang seru menunggu mereka untuk menjelajahi nya, disela menunggu tim lawn datang..adik-adik ini juga tak henti nya mengajak kami bermain..

Bermain Petak Umpet ...ayooo...siapa yang jaga ?

Permainan Favorit yang dimainkan berulang-ulang kali...DomiKaDo 😀

Siapa mau difoto ? Say..."Cheeese.. "

Dua hari itu benar-benar hari yang menyenangkan buat semuanya, adik-adik yang sehari-hari berjualan koran, mengasong, atau tidak sempat bermain…kali ini bermain sepuasnya dengan teman sebaya dan kakak-kakak pendanping. Semuanya berbagi kegembiraan dan tentu saja berbagi sehat lewat sekotak susu dan berbagi kegiatan permainan yang menjadikan tubuh sehat 🙂

Advertisements

Terima Kasih Makassar

24 May

Terima kasih untuk Andi Colly Poji dan Sulastri yang sudah berbagi kebahagiaanlewat sekotak susu di Makassar

Semoga semangat untuk saling berbagi bisa terus ada di dalam hati dan setiap tindakan kita ya 🙂

Mengulurkan Tangan

17 Aug

MENGULURKAN TANGAN

MEREKA MEMANG SERBA KEKURANGAN
NAMUN BUKAN SI PANJANG TANGAN
MEREKA JUGA TIDAK BUTUH BELAS KASIHAN
WALAU SEKEDAR INGIN SEBERAPA DIDEKATKAN
DENGAN TULUSNYA PERHATIAN DI KEHIDUPAN

MUNGKIN KALIAN SERBA KECUKUPAN
DENGAN APA YANG TELAH DILIMPAHKAN
SEPERTI YANG DIPENUHI GEMERLAPNYA PERHIASAN
ATAU TAKHTA YANG BERKIAS LISAN ‘BERLIAN’

NAMUN MEREKA JUGA TIDAK MENGHARAPKAN
LOGAM ATAUPUN KEPINGAN
BILA SEKIRANYA MEREKA PUNYA RUANG
UNTUK SEKEDAR
MENGERTI DENGAN PERASAAN
BAHWA INILAH KEBAHAGIAAN KEKELUARGAAN

LALU APA KALIAN PUNYA KEMAMPUAN?
UNTUK MENGGUNAKAN KELEBIHAN & KEKAYAAN
SEBAGAI CARA MEMINTA KEBAHAGIAAN
DARI TAKHTA TUHAN
DENGAN CARA MEMBERIKAN
KEPADA MEREKA YANG SELAGI KEKURANGAN
DAN JUGA MEMBUTUHKAN.

by: Bening Viaditya

*Makasih ya puisinya…:)

Those Questions, Those Answers

10 Aug
It’s Q&A time!!

Posting kali ini akan membahas semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah memenuhi wall group kami di Facebook. Sebenarnya kami sampai sekarang masih percaya-ga-percaya, tentang kenyataan group member kami sudah mencapai angka 4800an lebih. Whaddup!! Ini benar-benar menunjukkan bahwa, it is totally true, that all of you guys out there really do want to help to solve these street children thingy. Tapi masalah yang ada sekarang, yang masih menjadi pertanyaan kami adalah, kenapa masih saja ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul? Pertanyaan tentang bagaimana caranya bergabung, tentang bagaimana melakukannya, kapan ada lagi, kapan diadain di kota ini, kapan diadain di kota itu, kalau saya ga di bandung bisa ngelakuin juga ga? See people, this isn’t an organization. We’re not a soap opera artist that will have a road tour to your place and give those milks away by rounding your city in a bus. We’re not a community. This is a movement. Kami tidak memiliki nama gerakan yang keren, karena memang bukan itu niat awal kami, membentuk suatu gerakan yang keren. Pelaku gerakan kami tidak memiliki nama (ya sempat terbesit niat untuk memberi nama sih, kaya “Sobat Padi” untuk fansnya Padi, “Slankers” untuk penggemar Slank, atau “Coiners” untuk member CaC. Tapi nama-nama yang muncul sungguh sangat cheesy and uncool, sampai kami pun tidak tega untuk mempublikasikannya disini T.T oke salah satunya adalah “Milkers”. See, cheesy isn’t it?).

Sama halnya kaya motto, “Buanglah sampah pada tempatnya”. Kalian ga perlu menunggu adanya suatu event “Buang Sampah Bersama Besar-besaran” untuk memulai membuang sampah pada tempatnya kan? Dan bagaimana pelaku pembuang sampah pada tempatnya, ada namanya ga? Engga kan? Begitu juga dengan gerakan kami. Oke, mungkin mulai sekarang subyeknya harus diganti. Ini bukan gerakan kami. Tapi gerakan kita. Ini juga milik kalian, kawan. Bukan hanya kami. Bukan hanya kami yang bisa melakukan kegiatan ini. Bukan juga hanya teman-teman kami. Kalian semua bisa ko. Kalian yang mempunyai hati nurani dan niat tulus untuk membantu mereka, bisa melakukannya. Oke, buat kalian yang masih aja tetep bingung bagaimana memulainya, here’s the help:

Yang pertama yang harus kalian lakukan adalah, tanya pada diri kalian sendiri. Apa yang salah ketika melihat mereka di jalan. Kalau kalian gada ide buat jawabannya, baca posting pertama kami. Setelah kalian merasa kalau kalian setuju dengan ide kami, lanjutkan dengan langkah berikut: Be them. Tingkatkan rasa empati kalian dengan mulai menekan tombol flashback di otak kalian. Pikirkan apa yang kalian lakukan saat kalian seusia mereka. Pikirkan hal-hal yang membuat kalian senang pada saat itu. Setelah dapat, kreasikan pikiran kalian dengan mulai membagikannya dengan mereka. See, pretty easy, isn’t it? Sekali lagi kami tekankan, bukan hanya susu! If a box of milk sounds too much for you, you could replace it with everything you can afford. Kami tahu, susu itu lumayan mahal, apalagi untuk kalangan pelajar. Uang saku aja udah pas-pasan, gimana mau bantu, iya ga? Tapi sebenarnya itu juga bukan masalah. Kami memulai gerakan kami ini pun pada saat kami masih kuliah, kami beli dengan uang saku kami sendiri, dan ya, kami juga bukan golongan kaum tajir yang kebanyakan duit. We’re just some ordinary college girl at that time. Kami hanya punya rasa empati berlebih, rasa solidaritas yang cukup tinggi, dan kepedulian yang sangat memuncah. Mulai dengan selalu memberi space di tas kalian untuk sekotak susu atau makanan kecil. Kalau kalian cuma bawa satu terus anak yang kalian temui lebih dari satu gimana? Ya jawab aja sejujurnya kalau kalian cuma bawa satu. Atau ajari mereka untuk berbagi dengan temannya. Kalau mereka tetap bilang kalau mereka lebih mau uang daripada susu, bilang aja ke mereka kalau kalian cuma punya susu atau makanan ini, take it or leave it. Dan satu lagi, dua orang dari kami sekarang berdomisili di Jakarta, jadi, BUKAN, gerakan ini BUKAN hanya ada di Bandung.

Intinya adalah, don’t make it as an excuse. Don’t wait. Jangan menunggu sampai kalian bisa membeli susu yang banyak baru bisa memulai gerakan ini. Jangan menunggu sampai kami membuat acara besar-besaran baru kalian mulai berbagi. Karena mereka tidak bisa terus menunggu kita. Karena mereka akan terus hidup di jalan jika kita terus saling menunggu. Just don’t wait.

Ya, kami memang akan membuat gerakan Big Give lainnya. Tentu, itu sangat pasti. Hanya saja kalian tidak bisa menunggu kami. Kami juga akan merger dengan gerakan sosial lainnya yang sudah muncul lebih awal dari kami, seperti Foods not Bomb, Coin a chance, rumah-rumah singgah, rumah pengungsian, kawasan pemulung, dll dll dll. Banyak banget ide dan rencana di kepala kami, tapi sekali lagi, kalian tidak bisa menunggu kami. Kami yakin, bahwa kalian cukup kreatif untuk mengembangkan ide kami ini dengan seluas-luasnya. Kami tidak akan menutup dan meng-arogansi-kan gerakan kami dengan men-declare bahwa ini punya kami. Tidak. Kalian bisa mengadaptasikannya di tempat kalian dimanapun kalian berada. Kalau nanti suatu saat ada yang mengaku sebagai founder atau pencetus awal, silahkan, sok mangga. Karena bagi kami yang terpenting adalah, menemukan cara bagaimana mengeluarkan mereka dari jalan, mengembalikan mereka ke sekolah, menghilangkan mental pengemis mereka, dan menghilangkan rasa nyaman yang telah mereka dapatkan di jalan. Masih ada pertanyaan lagi? Sok mangga ditulis aja di komen bawah atau kirim email ke sekotak.susu@gmail .com

Happy sharing, guys!

Hugs from us,

😉

Berbagi ala Sekotak Susu & FNB

28 Jun

Sore itu Minggu, 14 Juni 2009 seperti biasa FNB Bandung melakukan aksinya di lampu merah perempatan Dago (simpang BIP) dan di bawah jembatan pasupati (flyover) (seperti cerita posting sebelumnya). Kali ini Sekotak Susu ikut dalam aksi mereka dengan ikut berbagi dengan memberikan beberapa liter susu murni. Jadi para anak jalanan tersebut akan mendapatkan makanan yang telah dimasakkan oleh tim FNB ditambah dengan segelas susu murni dingin..(cukupkan untuk 4 sehat 5 sempurna)

Yang menjadi target kegiatan ini adalah anak-anak jalanan, ibu-ibu peminta-minta, para pedagang asongan yang sedang berjualan di taman bawah pasupati, serta beberapa pemulung yang sedang berada disekitar tempat itu. Bentuk bantuan yang kami berikan adalah 10 liter susu murni (dengan 5 rasa yang berbeda susu putih, coklat, mocca, strawberry, anggur) yang kami beli dari uang para donatur Sekotak Susu.

tawa anak jalanan..

tawa anak jalanan..

Pada kegiatan ini kami ditemani oleh 2 orang volunteer yaitu Nena dan Mba’ Dewi. Nena sendiri juga membawa seplastik biscuit yang nantinya juga dibagikan kepada anak-anak jalanan. Dari tim FNB sendiri terdiri dari 2 tim yaitu untuk penyedia makanan di perempatan Dago datang dari daerah Antapani dan tim penyedia makanan di taman bawah pasupati datang dari daerah Suci (tempat masaknya di jalan Gagak katanya). Sayangnya Sekotak Susu gak bisa ikutan membantu masak-masak tim FNB, jadi kita janjian untuk ketemu di TKP langsung.

Kegiatan ini dimulai jam 5 sore, tim FNB pun segera membagi-bagikan nasi dan sayur ke dalam piring-piring.. dan kami pun memasukkan susu-susu murni itu ke dalam gelas-gelas plastik. Anak-anak jalanan dan para pedagang asongan begitu antusias mengambil makanan dan minuman mereka.

Ayo antri yah!

Ayo antri yah!

Sambil mereka makan, kami pun mewawancarai para anak-anak jalanan tersebut.Ternyata alhamdulillah kebanyakan dari mereka tetap bersekolah, dan mereka ngamen setelah pulang dari sekolah dari jam 2- sampe jam 9 malam. Tempat tinggal mereka pun beragam, ada yang di Sukajadi, Antapani dan berbagai tempat yang menurut kami lumayan jauh dari tempat mangkal mereka. Mereka melakukan itu atas dasar sukarela karena ingin membantu orang tua mereka dalam biaya sekolah. Setiap harinya mereka mendapatkan sekitar 10-30 ribu.

Kami bertanya tentang makanan dan susu yang kami berikan, alhamdulillah mereka menyukai makanan dan susu yang kami berikan, dan mereka juga mengatakan bahwa susu kan bagus untuk kesehatan dan bikin pintar. Setelah menghabiskan makanannya mereka pun kembali bermain bersama-sama, tetapi tidak lama kemudian ada seorang anak yang tiba-tiba memisahkan diri, nunduk, dan tiba-tiba muntah. Kami kira anak tersebut adalah pengidap lactose intelorance, ternyata dia muntah gara-gara habis makan dan minum susu langsung loncat dan guling-guling keasyikan main. Alhamdulillah..

Anak-anak jalanan lagimain nih..

Anak-anak jalanan lagi main nih..

Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat memberikan sedikit kebahagian pada mereka, sehingga kami tetap selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Dan ini ada beberapa foto kami bersama tim FNB dan anak-anak jalanan.

Minumnya pelan-pelan ya dek..

Minumnya pelan-pelan ya dek..

Tim FNB, Sekotak Susu, dan anak-anak jalanan..

Tim FNB, Sekotak Susu, dan anak-anak jalanan..

*Happy sharing…(“,)

Teman Baru kita: Food Not Bombs

12 Jun

Suatu minggu sore yang cerah di taman kota di bawah Flyover Dago aku duduk di pinggir taman kota tersebut melihat dan mengobservasi sekeliling gw sambil menikmati dan menghirup udara sore. Ternyata banyak sekali aktivitas disitu diantaranya ada beberapa pemuda pemudi sedang latihan skateboard, ada pula sibuk dengan aksi sepeda mininya, para penjual sibuk dengan gerobak dorongannya, beberapa sibuk dengan club Capoeiranya yang sedang bersiap-siap memulai aksinya, serta beberapa ibu peminta-minta lengkap dengan anak-anaknya. Klo tau bayak anak jalanan di sini gw bawa beberapa buah kotak susu deh..hehe..

Tiba-tiba ada beberapa pemuda menaruh sebuah meja ditengah taman tersebut, disusul dengan sebuah panci besar, beberapa piring dan gelas plastic, galon, termos nasi.. Waduh apa-apain ini? Para pemuda itu mau jualan? Tidak lama kemudian para anak jalanan pada menyerbu ke meja tersebut, disusul para ibu-ibu peminta, para penjual yang berjualan di situ juga ikut menyerbu. Dengan sigap para pemuda itu segera memulai aksinya membagi-bagikan beberapa takar nasi ke piring-piring plastik dan selanjutnya disirami dengan sayur sop. Setelah semua para ‘penghuni taman’ tersebut kebagian seluruhnya, selanjutnya para pemuda itu sendiri juga ikut makan makanan yang mereka bawa.

Mau ngapain yah mereka?

Mau ngapain yah mereka?

Terlihat bahwa ada spanduk hitam bertulis FOOD NOT BOMBS, semakin heranlah gw. Akhirnya saya sedikit bertanya pada anak-anak jalanan yang sibuk makan nasi pemberian para pemuda tersebut, ternyata mereka setiap minggu sore rutin mendapatkan makanan tersebut. Setelah puas mengambil foto-foto mereka sekaligus menunggu mereka selesai makan, akhirnya gw memberanikan diri untuk bertanya kepada sekelompok pemuda tersebut.

Gw berkenalan dengan Sarah (salah satu dari mereka). Adalah komunitas FOOD NOT BOMBS yang memang rutin melakukan aksinya di setiap hari Minggu sore di taman di bawah jembatan flyover dan di perempatan Dago (arah ke BIP). Misi mereka adalah berbagi dengan orang-orang jalanan dengan membuatkan makanan untuk para orang jalanan. Caranya dengan memasakkan beras dan sayur ‘second’ (tentunya yang masih layak dimakan) yang mereka dapatkan dari donatur (misal perusahaan pemasok sayuran untuk supermarket) kemudian membagi-bagikan kepada orang jalanan. Sarah mengatakan bahwa mereka mengadopsi kegiatan ini dari sebuah komunitas di luar negri yang melakukan hal yang sama. Pada intinya mereka hanya ingin menggunakan sayur-sayur ‘second’ yang sebenarnya sayang untuk dibuang sehingga mereka mencoba mengolahnya agar bisa tetap dimanfaatkan yaitu dengan memasaknya. Terbukti bahwa sayur tersebut menjadi enak dan siap disantap dan dibagi-bagikan ke orang jalanan dan orang-orang yang berada di sekitar tempat mereka melakukan aksi.

Food Not Bombs

Food Not Bombs

Gw coba googling tentang FOOD NOT BOMBS ternyata memang aksi seperti ini sudah mendunia (gw aja kali yah yang gak gaul..hehe..). Berlambangkan sebuah wortel yang sedang digenggam, gerakan ini ternyata mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan serta bertujuan membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan.

Untuk komunitas FOOD NOT BOMBS di bandung meraka melaporkan setiap hasil aksi mereka di sini. Sedangkan untuk melihat sejarah berdirinya komunitas FOOD NOT BOMBS bisa di lihat di wiki. Dan ini website resmi gerakan FOOD NOT BOMBS.

Gw pikir boleh juga nih klo Sekotak Susu Anak Jalanan bekerja sama dengan mereka. Jadi mereka meyediakan makanannya, gw dan teman-teman gw menyediakan susu segar sebagai minumannya.. Hmm.. Cukup menyehatkan bukan?

Lagi pada makan nih..Cheese..

Lagi pada makan nih..Cheese..

Ternyata begitu banyak cara untuk berbagi kepada sesama… Viva Volunteer!!

–Hug from us (“,)–

Big Give #1

12 Jun

Yayasan Non Panti Yatim Piatu dan Anak Jalanan La Tansa

Deskripsi Kegiatan :

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Yayasan Non Panti La Tansa setiap bulannya pada minggu ke tiga. Yayasan ini menampung anak jalanan untuk belajar berbagai pengetahuan (bahasa Inggris, Perancis dan Arab), pelajaran sekolah, mengaji dan marawis, mengajarkan keterampilan menjahit bagi kaum ibu kurang mampu, pengajian untuk remaja dan orang tua, serta penyantunan untuk kaum duafa dan pemulung.

Kegiatan kali ini juga diisi dengan ceramah keagaaman yang menghadirkan ustad dan tokoh masyarakat, selain itu juga diselenggarakan pengobatan gratis bagi kaum duafa dan orang-orang kurang mampu di sekitar panti.

Kami, dari komunitas “sekotak susu untuk anak jalanan” memiliki kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak yayasan non panti LTansa ini. Berkat partisipasi anda semua, bersama-sama kita bisa berbagi kebahagiaan bagi mereka yang kurang mampu, semoga apa yang telah kita semua lakukan dapat memberikan manfaat bagi mereka.

Tempat & Waktu :

Yayasan Non Panti Yatim Piatu La Tansa, Jl.H.Muchtar Raya no.44, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Minggu, 17 Mei 2009 pukul 08.00-13.00

Target Kegiatan :

• Anak-anak yatim, piatu, usia SD, SMP dan SMA

• Kaum Dhuafa

• Janda-janda (ibu nya anak-anak yatim tsb)

• Keluaraga pemulung

Bentuk bantuan :

• 80 Sumbangan buku berupa : buku bacaan anak-anak dan remaja, buku pengetahuan science dan pengetahuan populer, buku pendidikan komputer dini, buku bacaan tentang agama, komik Al-Quran, buku pembelajaran bahasa Inggris, Jepang, dan Arab beserta kamus nya, buku mengenai keterampilan praktis dan kewirausahaan, buku ensiklopedia, Atlas, buku pelajaran SD kelas 1-6, novel motivasi, novel bilingual bahasa Indonesia- Inggris.

• Susu kotak 250ml sebanyak 200 kotak yang telah ditempeli kata-kata motivasi untuk anak-anak (masing-masing sukarelawan menyumbang lebih dari 6 kotak susu lalu ditambah dengan 50 kotak susu yang dibeli dengan uang dari donatur)

• Bingkisan berupa alat sekolah untuk 6 orang anak (2 usia SD, 2 usia SMP, dan 2 usia SMA). Pemberian bingkisan ini dilakukan dengan mengajak anak-anak panti menjawab beberapa pertanyaan sederhana seputar agama dan pengetahuan umum.