Archive | Cerita lain RSS feed for this section

Berbagi ide..berbagi semangat, mari berbagi !

4 Jul
 
Di hari minggu yang cerah, kami menikamati wajah lain kota Jakarta yang berbeda di acara Car Free Day (CFD). Jalan Protokol (MH.Thamrin-Sudirman) ditutup untuk kendaraan pribadi (hanya Busway yang masih boleh melintas) membuat jalanan yang biasanya penuh sesak oleh kendaraan dan asapnya, kini dipenuhi lautan manusia.
 
Ahaaaa…kami pun tak mau ketinggalan memanfaatkan moment tersebut untuk berbagi ide tentang gerakan Sekotak Susu untuk Anak Jalanan ini. Sehari sebelumnya, kamipun menyiapkan beberapa papan yang bisa dibawa-bawa dan berisikan seperti apa ide gerakan ini dan apa saja yang telah kami lakukan. Tujuannya adalah untuk menyebarkan ide ini kepaa para pengnjung CFD dengan harapan semangat berbagi ini dapat menular 🙂

We prepare some 'mobile-panel' which simply descripe the idea of our movement

Kami juga tak ketinggalan berpartisipasi dalam acara ‘FlashMob’…sebuah kegitan unik, dimana selama 5-10 menit kami diam bak patung. Awalnya kami bingung mengapa tiba-tiba orang disekitar kami diam dalam pose terakhir mereka, hahahaaa..ternyata ini FlashMob ya.. ? tanpa pikir panjang..kami pun langsung turun ke jalan,  mencari tempat paling strategis untuk di foto..hehehe..  kami pun berpose di tengah jalan sambil membawa papan yang telah kami siapkan. Mirip orang demo….tapi ini demo untuk mengajak masyarakat berbagi. hihii…

seru sekali karena hanya dengan diam, banyak orang yang lewat berhenti di depan kami untuk membaca informasi dan melihat foto2 yang tertempel pada papan kami 🙂

Setelah itu, kami lanjutkan dengan mendekati sekelompok orang yang sedang bersantai dan menjelaskan ide dari kegiatan ini, mulai dari keluarga, rombongan anak-anak SMP, anak kuliahan yang sedang jalan2 bersama temannya..hingga komunitas futsal tak luput dari ‘presentasi singkat’ kami.. hehehe 🙂 

 Setelah presentasi singkat, kami pun membagikan 1 kotak susu untuk masing-masing orang…mereka tampak bingung…mengapa ada kertas warna warni di atas kotak susu tersebut, kami pun menjelaskan bahwa kita bisa menuliskan pesan cinta, motivasi atau pengetahuan untuk anak2 jalanan di atas kertas tersebut. Merekapun antusias menuliskan pesan cinta mereka untuk sahabat2 di jalanan.

Everybody write love & motivation note for street children

setelah menuliskan pesan, kami menitipkan kotak susu tersebut kepada mereka untuk dibawa pulang dan diberikan kepada anak jalanan yang mereka temui dalam perjalanan pulang 🙂

Hari minggu ini menyenangkan sekali, semua orang terlibat dalam ide kami dan semua orang senang berbagi 🙂

Yuhuuuu…we’re on Yahooo !!!

27 Aug

Yahooooo..kali ini kami berkesempatan mengisi salah satu situs berita on-line,

Yahoo news by Antara

 

Terima kasih kepada Dian dari LKBN Antara yang sudah mewaeancarai Vidya di Bandung (sayang sekali Mae, Fanny dan Aruna sedang berada di Jakarta).

semoga kami bisa terus menyebarkan ide ini dan mengajak semakin banyak orang lagi untuk peduli 🙂

Mengembalikan kebahagian masa anak-anak

27 Aug

Petang  itu, sepulang bekerja, kami (Mae, Fanny dan Aruna) berjanji bertemu dengan Kak Yenni dan kak Ipur dari majalah Tarbawi untuk interview. kami senang sekali mendapat kesempatan berharga lagi untuk berbagi ide dengan lebih banyak orang lagi 🙂

Bersama Kak Yenni dan Kak Ipur

Kami sangat senang mendapat kesempatan berbagi ide dengan para pembaca majalah Tarbawi. Kebetulan waktu itu berdekatan dengan momen Hari Anak Nasional, dan majalah Tarbawi mengangkat tema tentang anak-anak , khusunya potret anak-anak Indonesia yang memiliki tanggung jawab melebihi usianya.  Maksudnya adalah anak-anak usia belia yang harus menanggung beban hidup lebih berat dari usianya, seperti mencari nafkah, merawat keluarga yang sakit seorang diri, serta potret-potret anak indonesia lainnya yang terpaksa harus kehilangan kebahagiaan masa anak-anak nya untuk memikul beban yang lebih besar dari usia mereka.  Sedih memang mendengarnya, tapi itulah sekelumit potret anak indonesia yang masih sering kita jumpai.

Cover majalah Tarbawi edisi 15 Juli 2010

Topik tentang anak-anak yang memikul beban melebihi usia nya memang masing sering kita jumpai di negara ini, padahal anak-anak memiliki masa kecil yang tak pernah bisa diulang lagi dan seharusnya diisi dengan kebahagian dan cinta kasih agar mereka bisa tumbuh dengan baik. Redaksi majalah Tarbawi tertarik dengan Komunitas Sekotak Susu untuk Anak Jalanan ini karena ide dari komunitas ini yang sederhana tapi mempunyai efek yang menyenangkan bagi anak-anak jalanan yang menerima sekotak susu dengan pesan cinta daripada uang.

Kearifan Komunitas : Sekoatak Susu untuk Anak Jalanan

Halaman 60-61

halaman 62-63

 
Anak-anak jalanan, mereka harus menggadaikan masa anak-anaknya di jalanan menghirup asap kendaraan bermotor yang beracun dan memiliki tingkat bahaya akan kekerasan dan penculikan anak yang tinggi untuk mendapatkan uang. Padahal mungkin anak-anak seusia itu belum terlalu mengerti tentang uang.

Semoga bersam-sama kita bisa mengembalikan kebahagiaan masa anak-anak yang terpaksa tergadaikan oleh beban yang melebihi usia anak-anak yang mereka tanggung 🙂

Berbagi inspirasi

27 Aug
Alhamdulillah, senang sekali komunitas Sekotak susu untuk anak jalanan mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya masih banyak masyarakat kita yang peduli dengan anak jalanan. Bulan Mei 2009, Kami mendapat kesempatan berharga untuk dibuatkan film dokumenter tentang kegiataan ini. Dengan judul ‘Cinta Dalam Sekotak Susu“, film dokumenter karya team program Refleksi DAAITV ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mengajak pemirsa di Jakarta dan Medan berbagi kasih dengan anak Jalanan.
Berselang sebulan setelah penayangan film dokumenter tersebut, kami mendapatkan kesempatan berharga untuk berbagi inspirasi dengan para pembaca buletin yayasan Budha Tzu chi.

Buletin Budha Tzu Chi

 Terima Kasih kepada teman-teman dari program Refleksi DAAITV dan Yayasan Budha Tzu Chi atas kesempatannya untuk membagi kisah kami kepada lebih banyak orang lagi 🙂

Sekotak susu dengan pesan cinta

23 Jun

Hai semua,

kami punya ide ni,  ide nya sederhana dan menyenangkan untuk dilakukan, yaitu manambahkan ‘pesan cinta’ pada sekotak susu yang kami berikan kepada anak jalanan

 kamu bisa berkreasi sesuai dengan kreativitas mu untuk membuat pesan-pesan cinta ini,

caranya mudah kok :

persiapkan semua bahan 🙂

 

1. siapkan beberapa kotak susu dan pesan cinta yang sudah kamu bikin. pesan cinta nya bisa berupa kata-kata motivasi, atau pengetahuan umum yang memperkaya pengetahuan anak jalanan. Bisa dibikin di atas kertas HVS atau kertas warna yang berwana-warni, pasti akan sangat menarik dan disukai anak-anak 😀 

2. gunting dan tempelkan pada salah satu sisi kotak susu

saatnya beraksi

3. jangan lupa untuk membawa serta hadiah kecil istimewa penuh cinta di dlam tas mu saat akan berpergian. ketika bertemu bocah jalanan, jangan ragu-ragu menghampiri nya dan memberikan hadiah kecil istimewa yang sudah kamu siapkan 😀

Naaah.. ayoooo, teman-teman berbagi ide pesan apa yang mau disampaikan di pesan cinta tsb, tinggalkan comment di bawah post ini agar teman-teman yang lain bisa terinspirasi oleh ide pesan cinta kamu 😀

Selamat Berbagi 😀 😀

Those Questions, Those Answers

10 Aug
It’s Q&A time!!

Posting kali ini akan membahas semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah memenuhi wall group kami di Facebook. Sebenarnya kami sampai sekarang masih percaya-ga-percaya, tentang kenyataan group member kami sudah mencapai angka 4800an lebih. Whaddup!! Ini benar-benar menunjukkan bahwa, it is totally true, that all of you guys out there really do want to help to solve these street children thingy. Tapi masalah yang ada sekarang, yang masih menjadi pertanyaan kami adalah, kenapa masih saja ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul? Pertanyaan tentang bagaimana caranya bergabung, tentang bagaimana melakukannya, kapan ada lagi, kapan diadain di kota ini, kapan diadain di kota itu, kalau saya ga di bandung bisa ngelakuin juga ga? See people, this isn’t an organization. We’re not a soap opera artist that will have a road tour to your place and give those milks away by rounding your city in a bus. We’re not a community. This is a movement. Kami tidak memiliki nama gerakan yang keren, karena memang bukan itu niat awal kami, membentuk suatu gerakan yang keren. Pelaku gerakan kami tidak memiliki nama (ya sempat terbesit niat untuk memberi nama sih, kaya “Sobat Padi” untuk fansnya Padi, “Slankers” untuk penggemar Slank, atau “Coiners” untuk member CaC. Tapi nama-nama yang muncul sungguh sangat cheesy and uncool, sampai kami pun tidak tega untuk mempublikasikannya disini T.T oke salah satunya adalah “Milkers”. See, cheesy isn’t it?).

Sama halnya kaya motto, “Buanglah sampah pada tempatnya”. Kalian ga perlu menunggu adanya suatu event “Buang Sampah Bersama Besar-besaran” untuk memulai membuang sampah pada tempatnya kan? Dan bagaimana pelaku pembuang sampah pada tempatnya, ada namanya ga? Engga kan? Begitu juga dengan gerakan kami. Oke, mungkin mulai sekarang subyeknya harus diganti. Ini bukan gerakan kami. Tapi gerakan kita. Ini juga milik kalian, kawan. Bukan hanya kami. Bukan hanya kami yang bisa melakukan kegiatan ini. Bukan juga hanya teman-teman kami. Kalian semua bisa ko. Kalian yang mempunyai hati nurani dan niat tulus untuk membantu mereka, bisa melakukannya. Oke, buat kalian yang masih aja tetep bingung bagaimana memulainya, here’s the help:

Yang pertama yang harus kalian lakukan adalah, tanya pada diri kalian sendiri. Apa yang salah ketika melihat mereka di jalan. Kalau kalian gada ide buat jawabannya, baca posting pertama kami. Setelah kalian merasa kalau kalian setuju dengan ide kami, lanjutkan dengan langkah berikut: Be them. Tingkatkan rasa empati kalian dengan mulai menekan tombol flashback di otak kalian. Pikirkan apa yang kalian lakukan saat kalian seusia mereka. Pikirkan hal-hal yang membuat kalian senang pada saat itu. Setelah dapat, kreasikan pikiran kalian dengan mulai membagikannya dengan mereka. See, pretty easy, isn’t it? Sekali lagi kami tekankan, bukan hanya susu! If a box of milk sounds too much for you, you could replace it with everything you can afford. Kami tahu, susu itu lumayan mahal, apalagi untuk kalangan pelajar. Uang saku aja udah pas-pasan, gimana mau bantu, iya ga? Tapi sebenarnya itu juga bukan masalah. Kami memulai gerakan kami ini pun pada saat kami masih kuliah, kami beli dengan uang saku kami sendiri, dan ya, kami juga bukan golongan kaum tajir yang kebanyakan duit. We’re just some ordinary college girl at that time. Kami hanya punya rasa empati berlebih, rasa solidaritas yang cukup tinggi, dan kepedulian yang sangat memuncah. Mulai dengan selalu memberi space di tas kalian untuk sekotak susu atau makanan kecil. Kalau kalian cuma bawa satu terus anak yang kalian temui lebih dari satu gimana? Ya jawab aja sejujurnya kalau kalian cuma bawa satu. Atau ajari mereka untuk berbagi dengan temannya. Kalau mereka tetap bilang kalau mereka lebih mau uang daripada susu, bilang aja ke mereka kalau kalian cuma punya susu atau makanan ini, take it or leave it. Dan satu lagi, dua orang dari kami sekarang berdomisili di Jakarta, jadi, BUKAN, gerakan ini BUKAN hanya ada di Bandung.

Intinya adalah, don’t make it as an excuse. Don’t wait. Jangan menunggu sampai kalian bisa membeli susu yang banyak baru bisa memulai gerakan ini. Jangan menunggu sampai kami membuat acara besar-besaran baru kalian mulai berbagi. Karena mereka tidak bisa terus menunggu kita. Karena mereka akan terus hidup di jalan jika kita terus saling menunggu. Just don’t wait.

Ya, kami memang akan membuat gerakan Big Give lainnya. Tentu, itu sangat pasti. Hanya saja kalian tidak bisa menunggu kami. Kami juga akan merger dengan gerakan sosial lainnya yang sudah muncul lebih awal dari kami, seperti Foods not Bomb, Coin a chance, rumah-rumah singgah, rumah pengungsian, kawasan pemulung, dll dll dll. Banyak banget ide dan rencana di kepala kami, tapi sekali lagi, kalian tidak bisa menunggu kami. Kami yakin, bahwa kalian cukup kreatif untuk mengembangkan ide kami ini dengan seluas-luasnya. Kami tidak akan menutup dan meng-arogansi-kan gerakan kami dengan men-declare bahwa ini punya kami. Tidak. Kalian bisa mengadaptasikannya di tempat kalian dimanapun kalian berada. Kalau nanti suatu saat ada yang mengaku sebagai founder atau pencetus awal, silahkan, sok mangga. Karena bagi kami yang terpenting adalah, menemukan cara bagaimana mengeluarkan mereka dari jalan, mengembalikan mereka ke sekolah, menghilangkan mental pengemis mereka, dan menghilangkan rasa nyaman yang telah mereka dapatkan di jalan. Masih ada pertanyaan lagi? Sok mangga ditulis aja di komen bawah atau kirim email ke sekotak.susu@gmail .com

Happy sharing, guys!

Hugs from us,

😉

Teman Baru kita: Food Not Bombs

12 Jun

Suatu minggu sore yang cerah di taman kota di bawah Flyover Dago aku duduk di pinggir taman kota tersebut melihat dan mengobservasi sekeliling gw sambil menikmati dan menghirup udara sore. Ternyata banyak sekali aktivitas disitu diantaranya ada beberapa pemuda pemudi sedang latihan skateboard, ada pula sibuk dengan aksi sepeda mininya, para penjual sibuk dengan gerobak dorongannya, beberapa sibuk dengan club Capoeiranya yang sedang bersiap-siap memulai aksinya, serta beberapa ibu peminta-minta lengkap dengan anak-anaknya. Klo tau bayak anak jalanan di sini gw bawa beberapa buah kotak susu deh..hehe..

Tiba-tiba ada beberapa pemuda menaruh sebuah meja ditengah taman tersebut, disusul dengan sebuah panci besar, beberapa piring dan gelas plastic, galon, termos nasi.. Waduh apa-apain ini? Para pemuda itu mau jualan? Tidak lama kemudian para anak jalanan pada menyerbu ke meja tersebut, disusul para ibu-ibu peminta, para penjual yang berjualan di situ juga ikut menyerbu. Dengan sigap para pemuda itu segera memulai aksinya membagi-bagikan beberapa takar nasi ke piring-piring plastik dan selanjutnya disirami dengan sayur sop. Setelah semua para ‘penghuni taman’ tersebut kebagian seluruhnya, selanjutnya para pemuda itu sendiri juga ikut makan makanan yang mereka bawa.

Mau ngapain yah mereka?

Mau ngapain yah mereka?

Terlihat bahwa ada spanduk hitam bertulis FOOD NOT BOMBS, semakin heranlah gw. Akhirnya saya sedikit bertanya pada anak-anak jalanan yang sibuk makan nasi pemberian para pemuda tersebut, ternyata mereka setiap minggu sore rutin mendapatkan makanan tersebut. Setelah puas mengambil foto-foto mereka sekaligus menunggu mereka selesai makan, akhirnya gw memberanikan diri untuk bertanya kepada sekelompok pemuda tersebut.

Gw berkenalan dengan Sarah (salah satu dari mereka). Adalah komunitas FOOD NOT BOMBS yang memang rutin melakukan aksinya di setiap hari Minggu sore di taman di bawah jembatan flyover dan di perempatan Dago (arah ke BIP). Misi mereka adalah berbagi dengan orang-orang jalanan dengan membuatkan makanan untuk para orang jalanan. Caranya dengan memasakkan beras dan sayur ‘second’ (tentunya yang masih layak dimakan) yang mereka dapatkan dari donatur (misal perusahaan pemasok sayuran untuk supermarket) kemudian membagi-bagikan kepada orang jalanan. Sarah mengatakan bahwa mereka mengadopsi kegiatan ini dari sebuah komunitas di luar negri yang melakukan hal yang sama. Pada intinya mereka hanya ingin menggunakan sayur-sayur ‘second’ yang sebenarnya sayang untuk dibuang sehingga mereka mencoba mengolahnya agar bisa tetap dimanfaatkan yaitu dengan memasaknya. Terbukti bahwa sayur tersebut menjadi enak dan siap disantap dan dibagi-bagikan ke orang jalanan dan orang-orang yang berada di sekitar tempat mereka melakukan aksi.

Food Not Bombs

Food Not Bombs

Gw coba googling tentang FOOD NOT BOMBS ternyata memang aksi seperti ini sudah mendunia (gw aja kali yah yang gak gaul..hehe..). Berlambangkan sebuah wortel yang sedang digenggam, gerakan ini ternyata mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan serta bertujuan membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan.

Untuk komunitas FOOD NOT BOMBS di bandung meraka melaporkan setiap hasil aksi mereka di sini. Sedangkan untuk melihat sejarah berdirinya komunitas FOOD NOT BOMBS bisa di lihat di wiki. Dan ini website resmi gerakan FOOD NOT BOMBS.

Gw pikir boleh juga nih klo Sekotak Susu Anak Jalanan bekerja sama dengan mereka. Jadi mereka meyediakan makanannya, gw dan teman-teman gw menyediakan susu segar sebagai minumannya.. Hmm.. Cukup menyehatkan bukan?

Lagi pada makan nih..Cheese..

Lagi pada makan nih..Cheese..

Ternyata begitu banyak cara untuk berbagi kepada sesama… Viva Volunteer!!

–Hug from us (“,)–